Jan 08

Jual Bata Ringan Kirim Pulau Sulawesi

Bata ringan sulawesi
Jembatan Polulele

            Pulau Sulawesi adalah pulau yang memiliki bentuk menyerupai huruf K pada peta, sehingga sangat mudah untuk dikenali dan juga dihafalkan. Pulau ini dibatasi oleh Selat Makasar di bagian barat dan terpisah dari Kalimantan serta dipisahkan juga dari Kepulauan Maluku oleh Laut Maluku. Sulawesi berbatasan dengan Borneo di sebelah barat, Filipina di utara, Flores di selatan, Timor di tenggara dan Maluku di sebelah timur. Sulawesi memiliki kekayaan alam pertambangan yang langka di tempat lain yaitu biji nikel yang banyak tersebar di Malili, Pegunungan Bulubalang, Soroako dan Kolaka. Nikel dari pulau Sulawesi ini banyak diekspor ke Negara Jepang sebagai bahan dasar industri. Karena hasil alam inilah yang menyebabkan Pulau Sulawesi mendapat julukan Pulau Celebes (sebutan lama dari bahasa Inggris yang artinya “Pulau Besi”). Disamping itu wilayah Pulau Sulawesi disebut bagian dari cincin api yang memiliki potensi terjadinya gempa bumi. Potensi gempa ini berasal dari 40 patahan gempa yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi sehingga saat terjadi gempa bumi, Pulau Sulawesi menjadi wilayah yang rawan terkena gempa. Sulawesi terletak pada pada zona pertemuan tiga lempeng yang besar di dunia atau dikenal dalam sebutan triple junction. Karena adanya tiga lempeng besar ini, terjadi pola pergeseran lempeng dalam bentuk sesar geser, dan sesar baik. Pertemuan antara tiga lempeng besar itu adalah Lempeng Sunda, lempeng Australia, dan lempeng Filipina. Secara geologis pulau Sulawesi memiliki bentuk muka bumi yang berbukit, banyak dataran tinggi, dan gunung berapi. Gunung Soputan, Sempu, Tondano, Lokon, Mahawu, Klabat, dan Karangetang adalah sebagian nama gunung berapi aktif yang berada di bentangan alam Pulau Sulawesi. Jejeran gunung dan bentangan alam di wilayah Sulawesi inilah yang menjadi bukti nyata bahwa Pulau Sulawesi merupakan pulau yang berada di atas sesar aktif lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

            Seperti halnya dengan gempa berskala 7,4 Skala Ritcher pada tanggal 28 September 2018 di Sulawesi Tengah yang akhirnya berpotensi tsunami. Gempa ini terjadi karena di Kota Palu sendiri terdapat beberapa sesar/ patahan utama. Salah satu patahan yang aktif yaitu patahan Palu Koro. Patahan Palu Koro adalah patahan kerak bumi yang berdimensi cukup besar sehingga ketika gempa berskala besar terjadi, maka getarannya mampu meruntuhkan bangunan yang ada diatasnya. Kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala yaitu : Pergeseran sesar palu koro yang memicu adanya longsor bawah laut sehingga ada massa tanah atau bebatuan yang menimpa air laut dan memicu terjadinya tsunami. Kemudian patahan tersebut menyebabkan pergerakan patahan di tempat lain. Kemungkinan yang terakhir yaitu adanya flower structure yang harusnya patahan hanya bergeser saja, tetapi di satu titik dasar laut ada titik yang berkumpul dan membentuk pola seperti bunga kemudian mendesak air yang ada diatasnya sehingga menyebabkan terjadinya tsunami. Gempa dan Tsunami yang terjadi juga menimbulkan fenomena likuifaksi / tanah bergerak sendiri sehingga mengakibatkan ratusan rumah roboh dan hancur. Likuifaksi adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh kehilangan kekuatan dan kepadatan akibat adanya tegangan seperti gempa / perubahan ketegangan mendadak sehingga tanah yang padat berubah menjadi cair. Pada umumnya likuifaksi terjadi pada tanah yang berpasir dan jenuh air. Likuifaksi sering terjadi saat adanya gempa, jika daerah tersebut memiliki topografi yang datar, maka likuifaksi yang terjadi tidak sampai menelan sesuatu yang ada diatasnya. Sebaliknya jika topografi yang ada di daerah tersebut cukup curam, maka likuifaksi yang terjadi dapat lebih menyeramkan dari biasanya sampai dapat melongsorkan sesuatu yang ada diatasnya seperti manusia, rumah, mobil dsb. Seperti yang terjadi di Palu banyak rumah yang roboh bahkan hilang jatuh kedalam likuifaksi. Gempa tersebut memberikan dampak luar biasa di 3 Kabupaten yaitu Kotamadya Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Likuifaksi akibat gempa di Sulawesi Tengah memberikan dampak yang mengerikan seperti : Perumahan Petobo dan Baloroa di Kota Palu lenyap ditelan likuifaksi demikian juga di daerah Jonoge dan Sibalaya yang mengalami kerusakan berat akibat likuifaksi dan patahan gempa yang cukup dahsyat, Sebagian besar bangunan di Kota Palu mengalami kerusakan berat hingga ambruk seperti Hotel Balaroa, Hotel Mercury, Ramayana Mall dan masih banyak lainnya. Selain itu, masih banyak perumahan yang selamat dari likuifaksi tetapi masih mengalami kerusakan berat akibat gempa. Terutama daerah yang terkena jalur patahan gempa. Terlepas dari kerusakan yang terjadi pada jalur patahan gempa, banyak bangunan rumah, gedung bertingkat, kantor-kantor, sekolah dan sebagainya yang mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat pada strukturnya. Secara umum struktur bangunan di kota Palu sedikit banyak kurang memperhatikan kekuatan serta kekokohan struktur bangunan terutama pada daerah yang rawan terhadap gempa. Masih banyak struktur kolom bangunan yang hanya menggunakan tulangan 3 lajur bukan menggunakan 4 lajur tulangan serta menggunakan besi yang berdiameter 6-8 mm bukan besi tulangan 10 – 12 mm. Beberapa contohnya seperti bangunan perumahan yang berada di jl. Dayodara – Lagarutu. Mayoritas masih menggunakan batako dan bata merah sebagai material dindingnya.

Hal ini membuktikan bahwa pemilihan material untuk struktur bangunan perlu diperhatikan karena tentunya akan sangat berpengaruh pada kekuatan dan ketahanan bangunan saat terjadi gempa. Struktur bangunan yang berkualitas tentu dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mewujudkan tempat tinggal yang nyaman, layak huni, serta dapat membuat penghuni merasa aman. Solusi yang dapat digunakan yaitu mengganti material dinding yang berasal dari bata merah ataupun batako dengan material dinding dari bata ringan yang tentunya lebih tahan terhadap guncangan saat terjadi gempa. Jika menggunakan bata ringan sebagai salah satu bahan material bangunan tentunya dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemilik bangunan, dari segi biaya jika semakin banyak bata yang dibutuhkan maka akan semakin sedikit biaya yang dikeluarkan. Begitupun dengan biaya pengerjaan, karena pengerjaan bata ringan cukup cepat, maka biaya yang dikeluarkan untuk tukang juga bisa lebih diminimalisir. Pemasangan bata ringan juga terbilang cukup praktis karena dalam pemasangannya hanya memerlukan semen instan atau yang biasa disebut dengan semen mortar sebagai perekatnya, yang mana jika menggunakan semen instan kita hanya perlu mencampurkan antara semen instan dengan air saja. Hal ini juga dapat meminimalisir biaya pembelian pasir yang diperlukan jika kita menggunakan bata merah yang memerlukan campuran antara semen dan pasir untuk pemasangannya.

Sehingga jika di kalkulasikan pemasangan bata ringan sangat menguntungkan dan dapat menghemat dari segi waktu maupun biayanya. Hal inilah yang menjadi faktor pertimbangan bagi customer yang sudah memilih bata ringan sebagai bahan material untuk bangunan miliknya. Bata ringan pada umumnya memiliki ukuran Panjang= 60cm, Lebar= 20cm, Tinggi= 10cm dan memiliki ketebalan umum 7,5 s/d 10 cm. Kebutuhan bata dalam setiap bangunan tentunya berbeda-beda tergantung dari luas dinding dari bangunan tersebut. Dalam penggunaannya, bata ringan citicon memerlukan perekat khusus yang disebut dengan semen mortar. Semen mortar adalah semen instan yang dalam penggunaannya kita hanya perlu mencampurkan antara semen mortar dan air. Menggunakan semen mortar sebagai perekat bata ringan tentunya memiliki banyak keuntungan. Salah satunya yaitu lebih praktis dan hemat karena dalam penggunaannya kita bisa menghitung terlebih dahulu seberapa banyak semen yang dibutuhkan per m3. Untuk ukuran bata 10x60x20 membutuhkan sebanyak 1zak perekat, 4zak plester dan 1 acian. Dan biasanya ketebalan semen mortar yang digunakan untuk bata ringan rata rata 3mm.

Estimasi penghitungan bata ringan untuk ukuran standard bata dengan ketebalan 7,5 cm dengan luas dinding 13 m2 dapat diisi dengan 111 pcs bata ringan. Dalam artian semakin besar luasan yang akan dipasangi bata ringan maka semakin banyak juga bata ringan yang dibutuhkan untuk mengisi luasan tersebut. Untuk penghitungan estimasi kebutuhan bata ringan, anda tidak perlu khawatir karena Customer Service kami dapat membantunya, karena kami PT. Tiga Mitra Surabaya sebagai salah satu distributor bata ringan terpercaya di Indonesia, menyediakan berbagai merk Bata Ringan dengan kualitas terbaik. Diantaranya yaitu Citicon, Grand Elephant, Bricon, Gracon, Focon, ICC, Priority One, Optima, dan lain-lain. Kami juga melayani pengiriman bata ringan ke luar pulau dan seluruh Indonesia. Untuk pengirimannya kami menggunakan muatan Tronton dan Colt Diesel. Untuk info dan pemesanan anda dapat menghubungi Hotline kami ataupun datang langsung ke kantor kami di :

PT. Tiga Mitra Surabaya
Jl. Raya Klakahrejo, Ruko TCBD-TR. 1/11 Benowo – Surabaya 60198.
Atau order secara online melalui :
Telp     : (031) 51160405
HP/WA : 081231313222 – 085100398222 – 087852574222
Email   : customerservice@tigamitra.com

Tautan permanen menuju artikel ini: https://www.jualbataringan3mitra.com/jual-bata-ringan-kirim-pulau-sulawesi/distributor-bata-ringan/bata-ringan-makassar/

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.